Tingkatkan Kemampuan Manajemen Posko, Peserta Latgab MDMC se-Jawa Simulasikan Skenario Bencana

Kota Serang – Memasuki hari kedua Latihan Gabungan (Latgab) Tanggap Darurat serta Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lembaga Resiliensi Bencana/Muhammadiyah Disaster Management Center (LRB-MDMC) se-Pulau Jawa, puluhan peserta tampak semakin bersemangat. Pada Sabtu (29/11), rangkaian kegiatan difokuskan pada simulasi manajemen posko dan assesmen lapangan yang menjadi inti dari kesiapsiagaan penanganan darurat bencana.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai wilayah, mulai dari MDMC Jateng, MDMC DIY, MDMC Jabar, MDMC Jatim, MDMC DKI Jakarta, hingga MDMC Banten. Kehadiran perwakilan dari banyak provinsi tersebut menjadikan latihan ini bukan hanya ajang peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga momentum memperkuat jaringan kerja kemanusiaan lintas daerah.

Sejak pagi, para peserta sudah bersiap mengikuti arahan instruktur. “Simulasi hari ini akan menguji kemampuan tiap tim dalam membaca situasi, membuat keputusan, dan menyusun langkah cepat di lokasi bencana,” ujar salah satu fasilitator kepada peserta. Pernyataan itu menggambarkan betapa pentingnya latihan ini, karena seluruh tahapannya dirancang menyerupai kondisi nyata di lapangan.

Para peserta kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai bidang penanganan. Ada tim manajemen posko yang bertugas mengatur alur informasi dan koordinasi; tim data dan informasi yang melakukan pengumpulan serta verifikasi data; tim logistik yang bertanggung jawab mengelola kebutuhan dasar penyintas; tim dapur umum yang menyiapkan layanan konsumsi darurat; serta tim assesmen lapangan yang bergerak langsung mengidentifikasi tingkat kebutuhan masyarakat terdampak.

Dalam simulasi tersebut, setiap tim harus merespons skenario bencana yang disusun oleh panitia. Situasi yang mereka hadapi dibuat sedekat mungkin dengan kondisi sebenarnya, termasuk tekanan waktu, dinamika koordinasi, dan perubahan data di lapangan. “Kami ingin memastikan peserta benar-benar siap menghadapi kondisi tidak terduga saat bertugas di lokasi bencana,” kata seorang fasilitator lain saat memberikan pengarahan tambahan.

Di area manajemen posko, para peserta terlihat sibuk mengolah laporan masuk dari tim lapangan. Mereka mendiskusikan prioritas penanganan sambil menyesuaikan informasi yang terus diperbarui. Aktivitas itu mengajarkan pentingnya ketelitian dan komunikasi antartim, karena kesalahan kecil dapat berpengaruh pada proses evakuasi maupun distribusi bantuan.

Sementara itu, tim assesmen lapangan diberikan tugas mengumpulkan data kebutuhan warga terdampak secara cepat dan akurat. Mereka berlatih melakukan wawancara singkat, memeriksa kondisi lokasi, hingga menyusun rekomendasi awal yang akan digunakan tim posko untuk menentukan langkah lanjutan. Seorang peserta dari Jawa Barat menyampaikan bahwa asesmen yang sistematis membantu meminimalkan kekeliruan penyaluran bantuan. “Pendataan yang benar akan memudahkan semua proses setelahnya,” ujarnya.

Pada sisi lain, tim logistik dan dapur umum juga menjalani latihan intensif. Mereka melakukan simulasi pengelolaan barang bantuan, mulai dari pencatatan, penyimpanan, hingga distribusi. Di dapur umum, peserta mempraktekkan bagaimana menyiapkan makanan dalam kondisi darurat dengan tetap memperhatikan higienitas dan ketepatan waktu.

Meski setiap tim memegang peran berbeda, seluruh peserta harus memastikan koordinasi berjalan lancar. Instruksi yang diberikan dalam satu bidang akan berdampak pada bidang lain, sehingga komunikasi yang terjaga menjadi kunci keberhasilan latihan. Para fasilitator beberapa kali mengingatkan pentingnya sinkronisasi langkah agar simulasi mencerminkan kondisi nyata.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *