MDMC Batang Turun Tangan, Logistik dan RendangMu Disalurkan untuk Penyintas Longsor Pranten

Batang – Muhammadiyah Disaster Management Center Kabupaten Batang bersama Lazismu Kabupaten Batang menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Dukuh Siglagah, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Ahad (25/1). Penyaluran bantuan ini menyasar para penyintas yang hingga kini masih menghadapi dampak serius akibat longsor yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

Distribusi bantuan dilakukan sebagai tindak lanjut dari asesmen lapangan pascakejadian tanah longsor pada Jumat (23/1/2026) sore. Berdasarkan hasil pendataan di lokasi, bencana tersebut berdampak pada sedikitnya 10 rumah warga. Dua rumah di antaranya tertimbun material longsor, sementara tiga unit sepeda motor juga ikut tertimbun. Kondisi tersebut diperparah dengan terputusnya akses listrik dan air bersih, sehingga sebagian warga harus dievakuasi ke wilayah Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara.

Melihat kondisi itu, MDMC dan Lazismu Kabupaten Batang bergerak menyalurkan bantuan kebutuhan dasar yang dibutuhkan warga. Selain logistik umum, Lazismu juga mendistribusikan RendangMu sebagai dukungan pangan bagi para penyintas. RendangMu merupakan inovasi sosial Lazismu dalam pengolahan daging qurban agar lebih tahan lama, higienis, serta praktis untuk didistribusikan, terutama di wilayah terdampak bencana.

Penyaluran bantuan dipusatkan di posko penanganan bencana Desa Pranten. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi layanan kemanusiaan sekaligus tempat pendampingan bagi warga yang terdampak tanah longsor. Dari posko inilah bantuan kemudian disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan logistik tidak hanya berasal dari MDMC dan Lazismu. Sejumlah pihak turut memberikan dukungan, di antaranya MI Muhammadiyah Tanjungsari Tersono, Zahira Grup, serta Lazismu Kabupaten Batang. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi wujud kepedulian bersama dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.

Baca juga, Banjir Landa Pekalongan, Relawan Muhammadiyah Evakuasi Warga dengan Cepat dan Sigap!

Kepala Desa Pranten, Muhammad Syarifudin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kepedulian Muhammadiyah Kabupaten Batang melalui MDMC dan Lazismu. Ia menilai bantuan yang diberikan sangat berarti bagi warga yang tengah berada dalam situasi sulit.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Muhammadiyah Kabupaten Batang melalui MDMC dan Lazismu yang telah hadir dan peduli kepada penyintas longsor di Desa Pranten. Bantuan logistik, termasuk RendangMu, sangat membantu warga kami yang saat ini sedang menghadapi kondisi sulit pascabencana,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran relawan serta dukungan kemanusiaan dari berbagai pihak menjadi penguat moral bagi masyarakat Desa Pranten. Ia berharap solidaritas tersebut dapat terus terjaga hingga proses pemulihan berjalan dengan baik.

Sementara itu, Ketua MDMC Kabupaten Batang, Muh. Edy Supriyanto, menegaskan bahwa MDMC berkomitmen untuk selalu hadir dalam setiap situasi kebencanaan. Ia menekankan pentingnya respon cepat dan terintegrasi agar bantuan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak.

“MDMC Batang berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap situasi kebencanaan dengan respon yang cepat, tepat, dan bermanfaat. Respon kebencanaan ini kami jalankan secara terintegrasi dan berkelanjutan, tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pendampingan pemulihan masyarakat terdampak,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa sinergi antara MDMC dan Lazismu merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan Muhammadiyah yang sistematis. Proses tersebut dimulai dari asesmen lapangan, penyaluran bantuan logistik dan pangan siap saji seperti RendangMu, hingga penguatan kapasitas masyarakat pascabencana.

Hingga saat ini, MDMC dan Lazismu Kabupaten Batang masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Pasalnya, material longsor masih menutup sebagian area terdampak dan membutuhkan penanganan lanjutan dengan dukungan alat berat agar proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *