
Kabupaten Semarang – Lembaga Resiliensi Bencana/Muhammadiyah Disaster Management Center (LRB-MDMC) PDM Kabupaten Semarang berhasil menyelenggarakan Pendidikan Dasar (Diksar) pada Sabtu-Ahad, 24-25 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang antusias untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan bencana.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua LRB-MDMC PWM Jawa Tengah, Istanto. Dalam kesempatan itu, Istanto menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. “Pendidikan dan pelatihan dasar seperti ini sangat penting agar masyarakat mampu bertindak cepat dan tepat ketika bencana terjadi,” ujarnya.
Selain itu, Ketua Bidang Data dan Informasi LRB-MDMC PWM Jawa Tengah, Muhammad Taufiq Ulinuha, hadir sebagai narasumber. Ia membagikan materi terkait manajemen data bencana, sistem informasi, dan cara efektif menyebarkan informasi kepada masyarakat terdampak. Materi yang disampaikan dinilai relevan dan aplikatif bagi peserta.
Selain Ulinuha, Relawan Muhammadiyah alumni Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Damatya Azmia Putri juga menjadi narasumber pada Diksar tersebut. BPBD Kabupaten Semarang juga didapuk menjadi salah satu narasumber berkaitan dengan pemetaan bencana di Kabupaten Semarang.
Diksar yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan berbagai simulasi dan praktik langsung. Peserta dilatih untuk mengenali tanda-tanda bencana, teknik evakuasi, serta prosedur pertolongan pertama. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta agar siap menghadapi situasi darurat secara profesional dan terstruktur.
Baca juga, Banjir Bandang Terjang Karangreja, Gerak Cepat MDMC Purbalingga Turun Langsung ke Empat Desa
Sejumlah peserta mengaku mendapat pengalaman berharga dari pelatihan ini. Salah satu peserta menyatakan, “Pelatihan ini membuka wawasan saya tentang pentingnya manajemen bencana dan bagaimana kami bisa berperan aktif di masyarakat.”
Istanto menambahkan, program seperti Diksar merupakan salah satu langkah strategis LRB-MDMC dalam membangun budaya tanggap bencana. Ia berharap peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat menularkan pengetahuan dan keterampilan kepada komunitas masing-masing, sehingga efeknya dapat dirasakan lebih luas.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pengurus Muhammadiyah setempat, yang menekankan sinergi antara lembaga dan masyarakat sangat penting dalam penanganan bencana. “Kolaborasi antara lembaga dan masyarakat menjadi kunci sukses mitigasi bencana di wilayah Kabupaten Semarang,” kata Istanto.
Diksar LRB-MDMC Kabupaten Semarang diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta. Selain menjadi bukti keikutsertaan, sertifikat ini diharapkan memotivasi peserta untuk terus mengembangkan kapasitas dalam mitigasi bencana.
