Banjir Bandang Terjang Karangreja, Gerak Cepat MDMC Purbalingga Turun Langsung ke Empat Desa

Purbalingga – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Purbalingga bergerak cepat merespons banjir bandang yang melanda Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Bencana yang terjadi pada Jumat, 24 Januari 2026 itu berdampak pada empat desa, yakni Desa Kutabawa, Desa Serang, Desa Pratin, dan Desa Sangkanayu. Arus air deras yang datang secara tiba-tiba menyebabkan aktivitas warga terganggu dan memunculkan kebutuhan mendesak di lokasi terdampak.

Sehari setelah kejadian, Minggu, 25 Januari 2026, Komandan MDMC Purbalingga Suprapto turun langsung ke lapangan bersama sejumlah personel. Kehadiran tim tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi terkini di wilayah terdampak sekaligus melakukan asesmen awal. Langkah ini dinilai penting untuk memetakan dampak bencana serta menentukan bentuk bantuan yang paling dibutuhkan masyarakat.

Dalam keterangannya, Suprapto menjelaskan bahwa asesmen lapangan menjadi dasar utama dalam penanganan bencana. “Kami perlu melihat langsung situasi di lapangan agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga,” ujarnya. Menurut dia, informasi yang akurat dari lokasi akan mempercepat proses pengambilan keputusan.

Selain melakukan pendataan, MDMC Purbalingga juga menyalurkan bantuan awal berupa paket sembako. Bantuan tersebut diserahkan melalui Pos Komando bencana yang telah disiapkan di wilayah Karangreja. Paket sembako itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga dalam masa darurat pascabencana.

Baca juga, Banjir Landa Pekalongan, Relawan Muhammadiyah Evakuasi Warga dengan Cepat dan Sigap!

Suprapto menyampaikan bahwa bantuan logistik menjadi prioritas awal karena sebagian warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat banjir bandang. Ia mengatakan, kondisi tersebut menuntut respons cepat agar beban masyarakat tidak semakin berat. “Kami berupaya hadir secepat mungkin agar warga merasa tidak sendirian menghadapi musibah ini,” katanya.

Lebih lanjut, MDMC Purbalingga menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah setempat dan relawan lainnya. Koordinasi tersebut dilakukan agar penanganan bencana berjalan terpadu dan tidak tumpang tindih. Dengan kerja sama yang baik, kebutuhan dasar warga diharapkan dapat terpenuhi secara optimal.

Menurut Suprapto, MDMC juga membuka peluang untuk melakukan pendampingan lanjutan apabila situasi di lapangan masih membutuhkan perhatian khusus. Pendampingan tersebut dapat berupa distribusi bantuan tambahan maupun dukungan lain sesuai perkembangan kondisi warga. Ia menegaskan bahwa MDMC siap menyesuaikan langkah sesuai kebutuhan nyata di lapangan.

Banjir bandang yang melanda wilayah Karangreja ini menjadi perhatian serius berbagai pihak karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat di empat desa. Meski tidak dijelaskan secara rinci mengenai kerusakan, kehadiran tim kemanusiaan dinilai penting untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik sejak awal.

Gerak cepat MDMC Purbalingga dalam merespons bencana ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam kerja-kerja kemanusiaan. Respons tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana, khususnya di wilayah Purbalingga dan sekitarnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *