Angkat Harkat Martabat Penyintas, MDMC Jateng Serahkan Hunian Darurat untuk 158 jiwa Penyintas di Tapsel

Tapanuli Selatan – Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (LRB-MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menuntaskan pendirian hunian darurat bagi para penyintas bencana di Pos Layanan Muhammadiyah Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Program tersebut menyasar warga terdampak yang membutuhkan tempat tinggal sementara pascabencana.

Sebanyak 31 unit hunian darurat berhasil dibangun untuk menampung 148 penyintas. Kehadiran hunian ini menjadi bagian dari respons kemanusiaan Muhammadiyah dalam memastikan kebutuhan dasar korban bencana tetap terpenuhi, khususnya pada aspek tempat tinggal yang aman dan layak.

Penyerahan hunian darurat dilakukan pada Sabtu, 3 Januari 2026. Prosesi tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Data dan Informasi LRB-MDMC PWM Jawa Tengah, Muhammad Taufiq Ulinuha. Dalam kegiatan itu, hunian diserahkan secara simbolis kepada para penyintas yang selama ini mengungsi di MDA Batu Hula.

Kegiatan penyerahan tersebut juga melibatkan unsur Muhammadiyah setempat. Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Batu Hula turut hadir mendampingi proses serah terima hunian darurat kepada warga penerima manfaat.

Perwakilan LRB-MDMC PWM Jawa Tengah, Muhammad Taufiq Ulinuha, menyampaikan bahwa pendirian hunian darurat tersebut merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam merespons bencana secara cepat dan terorganisasi. Ia menjelaskan bahwa hunian ini disiapkan agar para penyintas memiliki ruang tinggal sementara yang lebih layak selama masa pemulihan.

Menurutnya, hunian darurat tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga menjadi ruang aman bagi penyintas untuk kembali menata kehidupan sehari-hari. Ia menambahkan bahwa kehadiran hunian tersebut diharapkan mampu mengurangi beban psikologis warga terdampak.

Baca juga, Pekan Ketiga di Batang Toru, EMT Muhammadiyah Jateng Kembali Buka Layanan Khitan untuk Anak Terdampak Banjir

Para penyintas menyambut penyerahan hunian darurat dengan rasa syukur. Salah seorang penerima manfaat menyampaikan bahwa hunian tersebut memberikan rasa aman dan kenyamanan dibandingkan tempat pengungsian sebelumnya. Ia mengaku terbantu karena dapat beristirahat dengan lebih tenang bersama keluarga.

Selain menyelesaikan pembangunan dan penyerahan hunian, Tim MDMC Jawa Tengah juga melakukan koordinasi lanjutan dengan unsur Muhammadiyah setempat. Koordinasi tersebut bertujuan memastikan keberlanjutan pendampingan terhadap para penyintas selama masa tanggap darurat dan pemulihan awal.

Usai rangkaian penyerahan hunian darurat, sebagian besar personel Tim MDMC Jawa Tengah kembali ke wilayah asal. Mereka kembali ke Jawa Tengah setelah menyelesaikan tugas utama pendirian hunian dan pendampingan awal bagi warga terdampak.

Pembangunan hunian darurat ini merupakan dukungan dari Lazismu Jawa Tengah dalam penanganan darurat bencana di Tapanuli Selatan.

Meski demikian, tidak seluruh personel langsung ditarik. Sebanyak empat personel MDMC Jawa Tengah masih bertahan di Batu Hula. Mereka dijadwalkan berada di lokasi selama sepekan ke depan untuk melakukan asistensi lanjutan di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Asistensi tersebut mencakup pendampingan teknis dan koordinatif sesuai kebutuhan di lapangan. Kehadiran personel yang tersisa diharapkan mampu memastikan hunian darurat dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penyintas.

LRB-MDMC PWM Jawa Tengah menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan di Batu Hula berjalan dengan melibatkan struktur Muhammadiyah setempat. Pendekatan ini dinilai penting agar respons kebencanaan tidak terputus dan tetap berkelanjutan.

Melalui pendirian hunian darurat ini, Muhammadiyah kembali menunjukkan peran aktifnya dalam kerja-kerja kemanusiaan. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi organisasi dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah yang membutuhkan dukungan segera seperti Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *