
Tapanuli Selatan – Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah Jawa Tengah bersama Relawan Muhammadiyah Jawa Tengah terus melanjutkan dukungan penanganan darurat banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan. Memasuki pekan ketiga masa tanggap darurat, tim masih memusatkan layanan kemanusiaan di Kecamatan Batang Toru, salah satu wilayah yang terdampak cukup serius akibat bencana tersebut.
Sejak awal kehadirannya, EMT Muhammadiyah Jawa Tengah tidak hanya fokus pada layanan medis dasar, tetapi juga berupaya merespons kebutuhan spesifik warga terdampak. Salah satu bentuk layanan yang diberikan adalah khitan bagi anak-anak, yang tetap dibutuhkan masyarakat meski berada dalam situasi darurat bencana.
Sebelumnya, tim EMT Muhammadiyah Jawa Tengah telah melaksanakan layanan khitan di Dusun Pulo Lubang, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga setempat. Sejumlah orang tua menyampaikan apresiasi karena layanan khitan tetap bisa diakses di tengah keterbatasan akibat banjir.
Setelah layanan di Dusun Pulo Lubang, EMT Muhammadiyah Jawa Tengah kembali menerima permintaan serupa. Kali ini, permintaan datang dari warga terdampak banjir yang berada di sekitar Pos Layanan Muhammadiyah MDA Batu Hula, Ahad (28/12). Permintaan tersebut kemudian ditindaklanjuti sebagai bagian dari rangkaian pelayanan kemanusiaan yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan layanan khitan di Pos Layanan Muhammadiyah MDA Batu Hula, EMT Muhammadiyah Jawa Tengah menugaskan tenaga medis yang berpengalaman. dr. Agus Muttaqien dari RS PKU Muhammadiyah Rodliyah Achid Pemalang, yang tercatat sebagai anggota Roasterlist 2 EMT Muhammadiyah Jawa Tengah, bertindak langsung dalam layanan tersebut. Selain dr. Agus, layanan ini juga dilakukan oleh Eko Anggoro dari RSI Muhammadiyah Kendal dan Ibnu Yanuar Prasetyo dari RS PKU Muhammadiyah Surakarta.
dr. Agus menyampaikan bahwa layanan khitan ini merupakan bagian dari komitmen EMT Muhammadiyah Jawa Tengah untuk hadir menjawab kebutuhan warga terdampak. Menurutnya, kondisi bencana tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan.
Baca juga, Belum Panen, Diterjang Banjir, Harapan Itu Datang: EMT Muhammadiyah Jateng Layani Khitan Anak Korban Bencana di Batang Toru
“Layanan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kepada warga, khususnya anak-anak, agar tetap mendapatkan pelayanan yang layak meskipun berada dalam situasi darurat,” ujar dr. Agus dalam keterangannya.

Dalam kegiatan tersebut, EMT Muhammadiyah Jawa Tengah melayani sebanyak 13 anak. Proses layanan berlangsung di Pos Layanan Muhammadiyah MDA Batu Hula dengan memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan anak-anak yang mengikuti khitan. Orang tua anak-anak yang dilayani tampak mendampingi dan mengikuti proses dengan tertib.
Keberlanjutan layanan khitan ini menunjukkan bahwa EMT Muhammadiyah Jawa Tengah tidak hanya berfokus pada penanganan medis akibat banjir secara langsung, tetapi juga memperhatikan kebutuhan sosial dan kesehatan jangka pendek warga terdampak. Layanan semacam ini dinilai penting untuk membantu masyarakat tetap menjalani aktivitas penting di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
Selain memberikan layanan, keberadaan EMT Muhammadiyah Jawa Tengah bersama Relawan Muhammadiyah Jawa Tengah juga menjadi bagian dari upaya pendampingan psikososial bagi warga. Kehadiran relawan dan tenaga medis di lokasi bencana diharapkan dapat memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi masyarakat Kecamatan Batang Toru.
Hingga pekan ketiga penanganan darurat, EMT Muhammadiyah Jawa Tengah masih bersiaga di wilayah terdampak banjir di Tapanuli Selatan. Tim terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan merespons kebutuhan warga sesuai dengan kondisi di lapangan. Layanan khitan yang kembali digelar ini menjadi salah satu bukti kesinambungan peran Muhammadiyah dalam misi kemanusiaan di daerah bencana.
